Prestasi olahraga Indonesia memang belum bisa terlihat kemilaunya. Di
beberapa cabang olahraga prestasi olahraga kita justru terbilang
melempem. Kondisi saling lempar kesalahan, seperti kurangnya pembinaan
pemain, menjadi isu hangat jika ada kegagalan di salah satu cabang
olahraga.
Namun, bagi menurut saya kegagalan demi kegagalan
atlet Indonesia dalam mengukir prestasi justru terbalik dengan maraknya
prestasi koruptor di dana olahraga.
"Dunia olahraga itukan tidak
ada pertanggung jawabannya, karena orang itu biasanya melihat dari sisi
prestasi saja. Nah ini seolah-olah, prestasi yang dimanfaatkan oleh
pelaku korupsi,"
Baginya,
keterkaitan antara minimnya prestasi olahraga dengan maraknya kasus
korupsi, bisa menjadi penyebab turunnya prestasi para atlet Indonesia.
"Iya
itu sangat berkaitan sekali, misalnya korupsi dana untuk vitamin, atau
insentif bagi para atlet yang dapat di korupsi. Termasuk alat yang
harusnya dapat dibeli dengan standar internasional, tapi justru diberi
standar nasional, karena itukan tidak ada yang mengaudit," (saya kutip dari Merdeka.com, Rabu 23/5).
"Banyak
dari atlet-atlet kita yang tahu masalah korupsi, yang terjadi di sana.
Namun permasalahannya kalau mereka memberitahu justru mereka takut akan
dicabut keatletannya,"
Solusi :
Seharusnya para atlet bisa menjadi pemain gerilya. Bisa menjadi sumber
informasi adanya dugaan korupsi, tapi memang bukan sebagai pelapor.
"Takutnya,
karena pelaporan itu dia bisa dicabut dan kalau ini terjadi, kita juga
yang rugi. Tapi tentunya, ini harus menjadi peran dari atlet terhadap
informasi. Kan kasihan, mereka sudah berjuang betul-betul tapi
insentifnya dipotong-potong,"
HILANGKAH KORUPSI DI SELURUH BADAN OLAHRAGA INDONESIA
BERJUANG UNTUK BANGSA INDONESIA,
BUKAN UNTUK BANK SAKU.
INDONESIA PASTI BISA BERBENAH KE DEPAN.